Langsung ke konten utama

Apa itu Mikrokontroler ?


Mikrokontroler ?

Assallamu’allaikum Wr.Wb
Dalam postingan blog saya yang pertama, saya akan membagi tentang Mikrokontroler. Dari apa yang telah saya pelajari dan saya dapatkan di sekolah. Mari kita belajar bersama Apa itu Mikrokontroler ?. Semoga pada postingan pertama saya ini dapat memeberikan manfaat bagi yang memebaca. Aamiin. Baik langsung saja ya.

Mikrokontroler ?


            Mikrokontroler merupakan one chip Mikrokomputer dimana dalam satu chip sudah terdapat pirantin sebuah komputer secara umum yaitu RAM, ROM, CPU dan I/O port. Satu contoh aplikasi dari mikrokontroler adalah untuk memonitor rumah kita. Ketika suhu naik kontroler membuka jendela dan sebaliknya. Lebih jelasnya seperti ini :


 
Mikrokontroler adalah versi mini dan untuk aplikasi khusus dari Mikrokomputer atau Komputer.

            Berbeda dengan PC yang dirancang untuk kegunaan umum (general purpose), mikrokontroler digunakan untuk tugas atau fungsi yang khusus (special purpose) yaitu mengontrol sistem tertentu. Cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data.
Contoh Sistem yang dikendalikan Mikrokontroler yiatu :
·         Kamera digital
·         Telepon selular
·         Printer laser
·         Mesin Cuci
·         Mesin kendaraan bermotor
·         Oven Microwave
·         Remote Control
·         TV
·         Stereo System
·         Robot
Mikrokontroler sering disebut sebagai Embedded Microcontroller yang berarti bahwa ia merupakan bagian dari embedded system-menjadi satu bagian dari perangkat sistem atau sistem yang lebih besar. Rata-rata mikrokontroler memiliki instruksi manipulasi bit, akses ke I/O secara langsung dan mudah, dan proses interupt yang cepat dan efisien. Dengan kata lain mikrokontroler adalah " Solusi satu Chip" yang secara drastis mengurangi jumlah komponen dan biaya disain (harga relatif rendah).

Port setiap IC/ Mikrokontroler berbeda. Dan Mikrokontroler hanya bisa membaca signal Digital. Pada mikrokontroler pulsa adalah signal.
                
Jika tegangan 0 – 3 Volt maka akan berlogika 0. Tapi jika tegangan 3 Volt hingga lebih maka akan berlogika 1. Logika 1 disini maka Mikrokontroler dapat melakukan yang telah diprogramkan dalam program yang telah dibuat oleh pengguna mikrokontroler. Pada Mikrokontroler kita dapat mengatur sistem kerja Mikrokomputer dengan program yang kita buat sendiri di PC.
Ciri-Ciri khas Mikrokontroler
·         Kemampuan CPU yang tidak terlalu tinggi
·         Memiliki memori internal relative sedikit
·         Memiliki memori volatile, yang isinya tidak hilang bila catu daya mati
·         Memiliki port I/O yang terintegrasi
·         Pemrosesan bit selain byte
·         Memiliki perintah/program yang langsung berhubungan dengan I/O
·         Perintah relative sederhana
Contoh aplikasi antara program yang kita buat dalam Mikrokontroler dan penerapannya yaitu pada robotic. Sebelumnya kita telah membuat program untuk mengatur Mikrokontroler dengan bahasa pemrograman seperti bahasa C. Kita mengatur jika nanti sensor yang telah diletakkan di bawah robotic yang akan mendeteksi lintasan melewati lintasan yang berwarna gelap maka kita atur programnya yaitu “roda memutar” jika sensor mendeteksi lintasan yang cerah maka “roda berhenti”. 
Program pada suatu Mikrokontroler yang disimpan dalam PEROM atau EPROM adalah bahasa mesin, yaitu suatu kode-kode intruksi yang memerintahkan MIkrokontroler untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu.
Kode-kode tersebut tersimpan dalam bentuk bilangan biner. Guna mempermudah pemrograman dapat digunakan bahasa assembler atau bahasa tingkat tinggi seperti Basic, Pascal, atau C.
Jenis-jenis Mikrokontroller
Secara teknis, hanya ada 2 macam mikrokontroller. Pembagian ini didasarkan pada kompleksitas instruksi-instruksi yang dapat diterapkan pada mikrokontroler tersebut. Pembagian itu yaitu RISC dan CISC.
·  RISC merupakan kependekan dari Reduced Instruction Set Computer. Instruksi yang dimiliki terbatas, tetapi memiliki fasilitas yang lebih banyak.
·  Sebaliknya, CISC kependekan dari Complex Instruction Set Computer. Instruksi bisa dikatakan lebih lengkap tapi dengan fasilitas secukupnya.
Masing-masing mempunyai keturunan atau keluarga sendiri-sendiri.
Sekarang kita akan membahas pembagian jenis-jenis mikrokonktroler yang telah umum digunakan.
1. Keluarga MCS51
Mikrokonktroler ini termasuk dalam keluarga mikrokonktroler CISC. Sebagian besar instruksinya dieksekusi dalam 12 siklus clock.
Mikrokontroler ini berdasarkan arsitektur Harvard dan meskipun awalnya dirancang untuk aplikasi mikrokontroler chip tunggal, sebuah mode perluasan telah mengizinkan sebuah ROM luar 64KB dan RAM luar 64KB diberikan alamat dengan cara jalur pemilihan chip yang terpisah untuk akses program dan memori data.
Salah satu kemampuan dari mikrokontroler 8051 adalah pemasukan sebuah mesin pemroses boolean yang mengijikan operasi logika boolean tingkatan-bit dapat dilakukan secara langsung dan secara efisien dalam register internal dan RAM. Karena itulah MCS51 digunakan dalam rancangan awal PLC (programmable Logic Control).
2. AVR
Mikrokonktroler Alv and Vegard’s Risc processor atau sering disingkat AVR merupakan mikrokonktroler RISC 8 bit. Karena RISC inilah sebagian besar kode instruksinya dikemas dalam satu siklus clock. AVR adalah jenis mikrokontroler yang paling sering dipakai dalam bidang elektronika dan instrumentasi.
Secara umum, AVR dapat dikelompokkan dalam 4 kelas. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing kelas adalah memori, peripheral dan fungsinya. Keempat kelas tersebut adalah keluarga ATTiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega dan AT86RFxx.
3. PIC
Pada awalnya, PIC merupakan kependekan dari Programmable Interface Controller. Tetapi pada perkembangannya berubah menjadi Programmable Intelligent Computer.
PIC termasuk keluarga mikrokonktroler berarsitektur Harvard yang dibuat oleh Microchip Technology. Awalnya dikembangkan oleh Divisi Mikroelektronik General Instruments dengan nama PIC1640. Sekarang Microhip telah mengumumkan pembuatan PIC-nya yang keenam
PIC cukup popular digunakan oleh para developer dan para penghobi ngoprek karena biayanya yang rendah, ktersediaan dan penggunaan yang luas, database aplikasi yang besar, serta pemrograman (dan pemrograman ulang) melalui hubungan serial pada komputer.

Bagaimana dengan penjelasan tentang Mikrokontroler tadi ? Sudah jelaskah ? Tertarik untuk terus mendalami apa itu Mikrokontroler ? untuk lebih lengkapnya tunggu Postingan saya salanjutnya ya J. Tunggu juga postingan saya tentang sesuatu hal yang lain. Semoga bermanfaat. Aamiin. Terima Kasih kunjungannya.
Wassallamu’allaikum Wr.Wb


Komentar